HUBUNGAN KEHAMILAN IBU DI USIA MUDA DENGAN PERKEMBANGAN EMOSI ANAK USIA 3-5 TAHUN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS GUNUNG TUA TAHUN 2025
Keywords:
Kehamilan , Ibu Usia Muda, Perkembangan AnakAbstract
Anak usia 3-5 tahun di wilayah kerja Puskesmas Gunung Tua Sumatra Selatan 2025 Kehamilan pada usia muda yang tinggi mengindikasikan bahwa wanita usia muda rentan mengalami gangguan kehamilan dan permasalahan lain yang berhubungan dengan kehamilan di usia yang masih muda (Sarwono, 2011)Anak yang mengalami terlalu banyak emosi kurang baik dan sedikit mengalami emosi-emosi yang menyenangkan hal ini akan mengganggu pandangan hidup dan mendorong perkembangan watak yang kurang baik, Anak akan lebih cepat mendapat ekspresi wajah yang kelihatan masam, cemberut atau tidak senang. Tujuan penelitian artikel ini untuk mengetahui Bahaya yang juga besar terhadap penyesuaian pribadi dan sosial (Hurlock,2013). Diketahuinya hubungan kehamilan ibu di usia muda dengan perkembangan emosi anak usia 3-5 tahun di wilayah kerja Puskesmas gunung tua sumtra utara 2025. Jenis penelitian ini observational dengan desain kohort historikal Kohort historikal merupakan suatu penelitian dimana subyek diamati dalam kurun waktu tertentu terhadap faktor risiko kemudian dinilai efek yang telah terjadi (Sastroasmoro, 2014). Populasi target dari penelitian ini adalah semua ibu yang hamil tahun 2025 di wilayah kerja Puskesmas Gunung Tua Populasi terjangkau yaitu semua ibu hamil tahun 2025 yang mengikuti posyandu atau berada di wilayah kerja Puskesmas Gunung Tua Sumtara Utara. Faktor yang paling mempengaruhi gangguan perkembangan emosi anak usia 3-5 tahun adalah pendapatan dan usia ibu ketika hamil. Bagi praktisi kesehatan dan bidan Puskesmas Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi tentang pentingnya memperhatikan usia ibu ketika hamil dan tidak menikah di usia muda atau apabila menikah di usia muda dapat menunda kehamilan hingga usia dewasa 20-35 tahun.







